<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4433091128387290828</id><updated>2011-04-22T03:53:34.490+08:00</updated><category term='Pengetahuan'/><category term='Spiritualitas'/><category term='Opini'/><category term='Renungan'/><title type='text'>Live up</title><subtitle type='html'>Blog ini dibuat untuk memberi kontribusi bagi kehidupan setiap orang yang membacanya agar dapat hidup sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Penciptanya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>yaose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06025748540397910699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4433091128387290828.post-3291281774904989825</id><published>2009-01-19T16:07:00.001+08:00</published><updated>2009-01-19T16:10:00.059+08:00</updated><title type='text'>Akibat Menunda</title><content type='html'>Apa yang kita ketahui dari menunda-nunda sesuatu yang harus kita kerjakan? Yang pasti ada segi positif dan ada juga segi negatifnya. Segi positifnya, menunda sesuatu yang belum tepat dilakukan pada saat itu atau bahkan tidak melakukan hal itu sama sekali. Contohnya adalah menunda untuk marah. Terkadang kita terlalu cepat “naik darah” jika kita berurusan dengan sesuatu yang mengesalkan atau membuat kita tidak senang. Tetapi kadang kala ketika kita menunda marah yang tidak seharusnya kita lakukan pada  saat itu, ternyata membawa akibat yang lebih baik daripada jikalau kita melakukannya (marah). Menunda dalam arti positif lainnya adalah menunda untuk berhutang.  Ada saat tertentu ketika kita mengalami keadaan yang sulit dalam financial dan kita cenderung cepat berputus asa atau pesimis sehingga kita terburu-buru memutuskan untuk mengambil jalan pintas yang lebih mudah yaitu berhutang. Padahal sebenarnya kita masih mampu berusaha dan bertahan dalam keadaan kesulitan tersebut.&lt;br /&gt;Segi negatifnya sangat banyak. Segala sesuatu yang positif yang seharusnya kita lakukan pada waktunya tetapi kita menundanya untuk dikerjakan lain waktu adalah penundaan yang berakibat negative, baik yang akibatnya langsung kita rasakan ataupun yang akan kita rasakan dalam jangka waktu tertentu ketika kita berhubungan dengan sesuatu yang menyangkut hal yang kita tunda tersebut. &lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya kita dapat memilih yang terbaik bagi kita sendiri apakah yang membawa pengaruh atau akibat positif bagi kita ataupun yang membawa pengaruh atau akibat negative bagi kita dan juga bagi orang lain tentunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4433091128387290828-3291281774904989825?l=live-up-in-world.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/feeds/3291281774904989825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/akibat-menunda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/3291281774904989825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/3291281774904989825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/akibat-menunda.html' title='Akibat Menunda'/><author><name>yaose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06025748540397910699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4433091128387290828.post-2088325293479814066</id><published>2009-01-17T19:50:00.000+08:00</published><updated>2009-01-17T19:52:13.930+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Spiritualitas'/><title type='text'>Dimana sakralnya ibadah</title><content type='html'>Di zaman modern seperti saat sekarang ini, semua orang berhak menyampaikan pendapat dan melakukan segala sesuatu yang ia suka. Pada dasarnya saya setuju saja jika ditanyakan pendapat saya tentang bermacam-macam cara orang beribadah kepada Tuhan saat ini. Hal ini jika didasarkan pada pengertian ibadah itu sendiri secara luas, yaitu segala sesuatu yang kita lakukan sebagai bentuk penyembahan dan pengagungan kita kepada-Nya. Saya pun sering mengikuti ibadah-ibadah yang tidak menggunakan liturgy yang kaku atau konvensional, tetapi setelah saya mengamati bentuk- bentuk  ibadah yang semakin liberal dan menyesuaikan dengan kehendak manusia semata dengan alasan bahwa semua itu dilakukan untuk menjangkau orang-orang tertentu yang tidak tertarik dengan bentuk ibadah yang telah ada sebelumnya ataupun untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, saya mulai bertanya-tanya soal ke-sakral-an dalam bentuk ibadah-ibadah yang baru itu. Dalam batas-batas tertentu saya masih bisa mentolerir bentuk-bentuk ibadah baru dimana penyembahan kepada Tuhan tetap diutamakan, ada saat-saat untuk berinteraksi dengan Tuhan. Tetapi pada ibadah-ibadah tertentu yang saya ikuti atau saya dengar, saya merasa tidak berjumpa dengan Tuhan “di sana”, saya hanya merasa seperti baru saja menghadiri acara yang berlabel Kristen tetapi tidak memiliki ke-sakral-an seperti ketika bangsa Israel yang berjumpa dengan Tuhan di gunung Horeb. Apakah alasan Tuhan bisa menerima kita apa adanya atau Tuhan itu adalah Tuhan yang dinamis dapat melegalkan  kita menciptakan bentuk-bentuk ibadah baru yang semakin jauh dari ke-sakral-an seperti pada ibadah-ibadah konvensional? Saya merasa setiap kali kita beribadah kepada Tuhan dengan segala bentuk yang ada baik yang sudah lama atau pun yang baru bermunculan, kita perlu mengevaluasi diri kita apakah setelah kita mengikuti ibadah tersebut, kita benar-benar memperoleh perjumpaan yang baru dengan Tuhan? Ataukah sebenarnya kita hanya merasa puas karena telah melakukan akitivitas rohani yang menjadi rutinitas kita sebagai anak Tuhan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4433091128387290828-2088325293479814066?l=live-up-in-world.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/feeds/2088325293479814066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/dimana-sakralnya-ibadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/2088325293479814066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/2088325293479814066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/dimana-sakralnya-ibadah.html' title='Dimana sakralnya ibadah'/><author><name>yaose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06025748540397910699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4433091128387290828.post-4152534101869484202</id><published>2009-01-16T15:57:00.003+08:00</published><updated>2009-01-16T16:05:36.026+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ancaman bagi jiwa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dari sekian banyak manusia yang hidup di muka bumi saat ini mungkin sebagian besar merasa aman dan tidak mempunyai masalah apapun dengan jiwanya. Hal ini mungkin disebabkan oleh minimnya pengetahuan tentang kejiwaan atau ketidak pedulian dengan kondisi kejiwaannya. &lt;/span&gt;Padahal ada banyak hal yang berasal dari dalam dirinya sendiri maupun dari dunia ini yang mengancam kondisi jiwanya sehingga mengalami keadaan yang tidak  sehat atau normal. salah satu hal yang menjadi ancaman bagi jiwa adalah pengaruh keinginan yang tidak terkontrol dengan baik. Jika kita menganalisa dengan baik ternyata banyaknya keinginan dalam diri kita membuat kondisi kejiwaan kita menjadi labil, seperti tidak tenang atau gelisah, tidak dapat berkonsentrasi, tidak dapat mengendalikan emosi, dsb. untuk itu kita perlu memanage keinginan kita dengan baik agar kondisi kejiwaan kita juga stabil dan membawa kesehatan bagi tubuh kita, kehidupan sosial kita dan kehidupan pribadi kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4433091128387290828-4152534101869484202?l=live-up-in-world.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/feeds/4152534101869484202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/ancaman-bagi-jiwa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/4152534101869484202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/4152534101869484202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/ancaman-bagi-jiwa.html' title='Ancaman bagi jiwa'/><author><name>yaose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06025748540397910699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4433091128387290828.post-3349336839866455648</id><published>2009-01-15T10:42:00.002+08:00</published><updated>2009-01-15T19:29:16.066+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengetahuan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Belajar dari Alam</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p&gt;Mungkin kita sudah mengetahui bahwa alam semesta merupakan penyataan umum Tuhan tentang eksistensi dan kemahakuasaan-Nya. Kita bisa mengenal Dia dari alam ciptaan-Nya. Bahkan dalam firman-Nya, Dia sendiri banyak menggunakan analogi antara alam semesta atau bagiannya dengan kehidupan manusia, diantaranya tentang garam dan terang, batu dan pasir, pokok anggur, dll. Tuhan juga menyatakan isi hati-Nya tentang kemarahan-Nya atau kasih-Nya melalui alam. Contohnya bencana alam seperti air bah dan hujan untuk pertanian. Kita bisa banyak belajar dari alam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita mungkin juga telah banyak mendengar atau membaca tentang beberapa tokoh filsuf dunia atau orang-orang bijak yang hidup dalam segala abad bahkan jauh sebelum Masehi. Kalau kita merenungkan dengan baik-baik, kehadiran mereka dan ajaran atau filsafat mereka bukanlah sesuatu yang luar biasa. Alasannya adalah mereka  mendapat  pengetahuan atau kebijaksanaan karena mereka belajar banyak dari alam.  Demikian juga dengan para ilmuwan, sebagian besar dari mereka mendapatkan ide atau gagasan tentang penemuan mereka setelah mereka belajar dari alam.  Contohnya saja penemuan listrik, berawal dari pengamatan dan penelitian tentang petir;  penemuan pesawat terbang juga banyak belajar dari mekanisme sayap burung, dan masih banyak yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesimpulan yang dapat kita ambil dari semuanya ini adalah sesungguhnya pengetahuan dan kebijaksanaan manusia berasal dari Tuhan dan kita dapat banyak memperolehnya dengan belajar dari alam ciptaan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk perenungan kita, marilah kita perhatikan keadaan alam di sekitar kita saat ini  sambil memohon kepada Tuhan yang memberi pengetahuan dan kebijaksanaan agar kita boleh belajar dari alam ciptaan-Nya, mungkin saja Dia ingin berbicara kepada kita dan kita tidak menyadarinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4433091128387290828-3349336839866455648?l=live-up-in-world.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/feeds/3349336839866455648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/belajar-dari-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/3349336839866455648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/3349336839866455648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/belajar-dari-alam.html' title='Belajar dari Alam'/><author><name>yaose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06025748540397910699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4433091128387290828.post-4156755101917440458</id><published>2009-01-14T11:59:00.010+08:00</published><updated>2009-01-15T19:30:45.139+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Pencarian yang tak pernah berakhir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-family:arial;" &gt;Kalau kita mau jujur dengan diri kita sendiri tentang mencari kepuasan dalam hidup kita ini, mungkin kita tidak akan merasa puas dengan kehidupan kita. kita selalu mencari dan terus mencari segala sesuatu yang memuaskan hati kita. tapi ada satu hal yang perlu kita ketahui dan akui dalam hidup ini, bahwa kepuasan hati kita tidak dapat kita peroleh dari dunia ini. karena semuanya akan menjadi tak berarti ketika kita menghadapi kematian. hanya manusia yang memiliki kepastian akan "sesuatu" setelah kematian yang akan merasa puas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4433091128387290828-4156755101917440458?l=live-up-in-world.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/feeds/4156755101917440458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/pencarian-yang-tak-pernah-berakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/4156755101917440458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4433091128387290828/posts/default/4156755101917440458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://live-up-in-world.blogspot.com/2009/01/pencarian-yang-tak-pernah-berakhir.html' title='Pencarian yang tak pernah berakhir'/><author><name>yaose</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06025748540397910699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
